Berlin,
Seorang peraih penghargaan Nobel, Gunter Grass menyebut
Israel sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Peraih Nobel literatur
asal Jerman itu juga mengecam kemunafikan negara-negara Barat atas
senjata nuklir Israel.
Dalam tulisannya yang dimuat surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung pada Rabu, 4 April waktu setempat, Grass menyampaikan kekhawatiran atas konsekuensi rencana serangan Israel terhadap Iran.
"Kenapa
saya baru mengatakan sekarang.... bahwa negara nuklir Israel
membahayakan perdamaian dunia yang sudah rapuh? Karena itu harus
dikatakan, yang mungkin sudah akan sangat terlambat jika dikatakan
besok," kata Grass dalam tulisannya bertitel "What Must Be Said".
Grass
juga mengecam rencana pemerintah Jerman untuk kembali menjual kapal
selam berkemampuan nuklir kepada Israel. Kapal selam model lumba-lumba
itu bisa mengangkut hulu ledak nuklir.
"Saya tak akan diam lagi, karena saya capek dengan kemunafikan Barat," cetus Grass seperti dilansir Press TV, Kamis (5/4/2012).
Sebelumnya,
tiga kapal selam Dolphin tersebut telah diserahkan ke Israel antara
tahun 1998 dan 2000 silam. Pada tahun 2006, Israel memesan kapal selam
keempat dan kelima. Kapal selam keempat rencananya akan diserahkan ke
Israel pada tahun 2013 mendatang. Sementara kapal selam kelima dan
keenam akan diserahkan pada tahun 2014 dan 2016.
Israel
disebut-sebut sebagai satu-satunya negara pemilik senjata nuklir di
Timur Tengah. Negeri Yahudi itu tak pernah mengizinkan pemeriksaan oleh
PBB atas fasilitas nuklirnya. Israel juga tidak ikut dalam Traktat
Nonproliferasi Nuklir (NPT).
Menurut survei yang dilakukan tahun
2011 oleh organisasi Friedrich Ebert Foundation yang berbasis di Berlin,
Jerman, lebih dari 50 persen warga Eropa yakin bahwa Israel merupakan
ancaman paling serius bagi keamanan global.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar