It will not stop for peace and justice

"It will not stop for peace and justice"
Aku bersuara hannya untuk rakyat
Aku berjalan bersama rakyat untuk rakyat
Aku berbuat untuk rakyat
Aku adalah aku untuk rakyat.







Jumat, 21 Oktober 2016

Ahok diAntara Khalifah diAntara Ulama dan Ulama'Su

JIlid 1 Jangan lihat kebanaran dari orng lain tapi cari lah kebenaran itu!!
Rasulullah SAW bersabda : "Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). 

Allah SWT berfirman : 'Apakah dengan- Ku (kasih dan kesempatan yang kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi diriku, Aku bersumpah, Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya." (HR. Tirmidzi).

Namanya saja ulama su' (buruk), tentu pekerjaannya merusak, mangacau, dan menyesatkan. Disebut ulama karena baju dan lisannya seperti ulama, disebut su' karena perbuatan, ajakan, dan hatinya jahat. Karena itu, ulama su' termasuk jenis manusia yang berbulu domba namun berhati serigala. Ulama su' sekarang ini adalah generasi penerus dari ulama su' zaman dahulu. Ulama su' mengajarkan tipu daya untuk mencari celah-celah hukum Allah, sehingga mereka bisa memakan harta secara batil seperti kisah orang-orang Bani Israil yang diharamkan mencari ikan pada hari Sabtu, namun mereka halalkan dengan tipu darya yang culup terkenal itu, atau menghalalkan bangkai dengan cara menccirkannya menjadi minyak lalu dijual dan dimakan harganya. Ulama su' adalah peringkat ulama yang paling rendah, paling buruk dan paling merugi. Ia adalah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan tidak mengajarkannya kepada manusia. Di samping itu, ia mengajak kepada kejahatan dan kesesatan. Ia menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Ia menggambarkan kebatilan dengan gambar sebuah kebenaran. Ada katlanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, pernghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka. Atau ada juga ang melakukan itu karena sengaja menentang Allah dan Rasul-Nya demi menciptakan kerusakan di muka buni ini. Mereka tidak lain adalah para khalifah syetan dan para wakil Dajjal. Diantara ulama su' ada juga kelompok yang mengajak kepada kebaikan, namun tidak pernah memberikan keteladanan. 
Karena itu, ibnul Qayyim berkata : "Ulama su' duduk di depan pintu surga dan mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya dengan ucapan dan seruan-seruan mereka. Dan mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka dengan perbuatan dan tindakannya. Ucapan mereka berkata kepada manusia : 'Kemarilah! Kemarilah!' Sedangkan perbuatan mereka berkata : Janganlah engkau dengarkan seruan mereka. Seandainya seruan mereka itu benar, tentu mereka adalah orang yang pertama kali memenuhi seruan itu." (Al-Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 61).

Diriwayatkan bahwa Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Dawud AS : "Wahai Dawud jangan engkau jadikan antara Aku dan antara dirimu seorang alim yang sudah tergoda oleh dunia, sehingga ia bisa menghalangimu dari jalan mahabbahku. Karena sesungguhnya mereka adalah para begal yang membegal jalannya hamba-hambaKu. Sesungguhnya hukuman terkecil yang Aku kenakan untuk mereka adalah Aku cabut kelezatan bermunajat dari hati mereka." (Jami' Bayanil Ilmi, Ibnu Abdil Bar, I/193). 
Asy-Sya'bi berkata : "Akan ada sekelompok penduduk surga yang melongok, melihat sekelompok penduduk neraka. Lalu penduduk surga menyapa mereka dengan penuh keheranan, 'Apa yang membuat kalian masuk neraka, padahal kami masuk surga karena jasa didikan dan ajaranmu?' Mereka menjawab : Sesungguhnya kami memerintahkan kalian melakukan kebaikan namun kami sendiri melakukannya." Allah SWT telah mencela orang- orang semacam ini sejak zaman Nabi Musa AS dan mengabadikan hinaan itu di dalam kitab suci sepanjang masa, seperti dalam QS. Al-Baqarah : 44, yang artinya :"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri. Padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" (Mukhtashar jami' Bayanul Ilmi, Ahmad bin Umar Al-Bairuti, hal. 163).

Senin, 16 April 2012

Gambaran anak-anak palestina tanpa tahu apa yang terjadi !!























Apa dosa mereka (?)
Apa yang salah pada mereka, apakah hannya kekuasaan? apakah Keyakinan? apa yang membuat kita membunuh, Kekuasaan??yang kita rebutkan yang hannya sementara dan akan habis di penghujung waktu, jalan pun akan diganti dan akan berbelok, kekuasaan yang kenangan akan baik kekuasaan yang berdiri yang mengatakan tidak pada penindasan, baru disebut kekuasaan sejati, yang akan dingat tidak hannya sebatas panjang jalan tapi seluas samudra..
Apakah Keyakinan??yang kita agungkan dan kita jalan kan, itu apakah benar, tidak menjalankan agama atau pun keyakinan, yg kita ya kinin tetap tidak akan berubah dan tetap menjadi kita yakinin meski kita tidak menjalankannya.
sebuah cerita perumpamaan: Ada seorang raja memiliki 6 anak, dan anak itu di beri nama Islam, Keristiani, Katolik, Budha, Kong Hu Cu dan Yahudi, dimana setiap anak diberikan sebuah cincin yang mana cincin yang asli hannya satu, raja mengatakan pada anak nya siapa yang menemukan cincin tersebut akan aku angakat raja dan di agungkan, tidak berapa lama raja itu mati dan tidak ada yang tahu kebenaran cincin asli tersebut pada siapa yang memiliki nya, hannya satu jalan untuk mengetahui nya dengan cara mati dulu menannyakan pada raja mana cincin yang asli, dari apa yang saya ceritakan "hiduplah apa yang kamu yakini dan tunggulah saat kamu mati untuk mengatahui apa keyakinan mu benar" "DAMAILAH"

"Kutukan Allah" Terhadap Israel Datang Dari Negaranya Sendiri

"cerita kelam palestina akan di angakat kembali"

ISRAEL (Berita SuaraMedia) – Sebagaimana diakui mantan Kapten Angkatan Udara Israel Yonatan Schapira dalam wawancaranya dengan BBC pada 6 Nov 2009 jum'at, dia menuturkan bagaimana negaranya dengan kejam melakukan pembantaian di Gaza. Apa yang dilihatnya di dalam liputan berita sungguh diluar dugaan bahwa negaranya hingga setega itu melakukan pembantaian di wilayah berpenduduk sipil. Hingga saat ini, kelompok Amnesti Internasional juga masih terus melancarkan aksi unjuk rasa menuntut Israel agar bertanggung jawab atas penggunaan bubuk mematikan fosfor yang sebenarnya dilarang untuk digunakan dalam perang. Israel memberikan pengelakan mengenai penggunaan bubuk tersebut, mengatakan serangan dengan fosfor digunakan untuk mengeluarkan para pejuang Hamas dari dalam terowongan persembunyian.

Juru medis Gaza melaporkan, selama 23 hari serangan lebih dari 1.400 warga Palestina tewas, termasuk ratusan diantaranya adalah anak-anak. Namun yang cukup janggal adalah laporan media yang menyatakan hanya 13 orang dari pihak Israel yang tewas. Ternyata jauh lebih besar dari yang diberitakan oleh media Israel. Total jumlah korban dari pihak tentara Israel mencapai lebih dari 400 orang, dengan 227 tentara tewas, termasuk beberapa komandan tentara Israel.

Selain ribuan orang tewas, serbuan Israel di Gaza juga menghancurkan lebih dari 4.000 rumah, bahkan sekolah dan Masjid yang seharusnya dilarang dihancurkan dalam perang manapun, menyebabkan penduduk Gaza yang tersisa saat ini tidak memiliki tempat bernaung.

Yang juga cukup mengenaskan adalah ditutupnya jalur-jalur dunia menuju Gaza, menyebabkan kurangnya persediaan makanan dan obat-obatan bagi sekitar 500.000 warga Gaza selama serangan, menurut laporan PBB.

Dan rupanya gencatan senjata pun dijadikan alasan Israel untuk mundur tanpa mau mengakui kekalahan mereka setelah pejuang Hamas berkali-kali memukul balik serangan Israel, seperti yang diakui jubir Israel Mark Regev.

Paska gencatan senjata, hingga saat ini Gaza masih mengalami perbaikan dengan bantuan dana dari seluruh dunia, termasuk kelompok-kelompok kemanusiaan.

Bulldozer masih terlihat sibuk membersihkan puing bangunan sisa-sisa perang, ratusan sukarelawan juga turut turun ke jalanan untuk membantu membangun kembali Gaza yang sebagian besar wilayahnya mengalami kerusakan berat.

Namun hanya beberapa hari setelah gencatan senjata, pemerintahan Israel mengeluarkan pernyataan akan menyerang kembali pejuang Hamas dengan pasukan yang lebih banyak lagi, setidaknya dalam tahun ini.
Entah berapa banyak lagi penduduk yang akan dibantai demi memuaskan ketamakan Israel Zionis.

Israel Larang Penyidik HAM PBB Masuk ke Negaranya


REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Pemerintah Israel memutuskan melarang masuk tim pencari fakta Dewan Hak Asasi Manusia (HRC) PBB atas pelanggaran yang diduga dilakukan Israel terhadap Palestina.

“Kami memiliki banyak sumber daya tetapi kami akan bertindak dengan bijaksana,” kata Wakil Menteri Luar Negeri, Danny Ayalon melalui radio Israel.

Menurutnya, sebanyak delapan menteri senior Israel akan bersidang untuk mempertimbangkan langkah-langkah hukum terhadap Otoritas Nasional Palestina (PNA) yang meminta HRC menyelidiki pelanggaran HAM di Palestina.

Kebusukan pemerintah israel akan terlihat saat mereka'israel negara yang tidak mehargai negara manapun termasuk sekutu-sekutunya, israel negara yang ingin berkuasa dengan segala upaya mereka terapkan untuk tercapainya kekuasaan tertinggi, suatu hari nanti mereka juga akan memindas Amerika dan sekutu-sekutunya.

Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, Menteri Urusan Strategis Moshe Ya'alon dan Menteri Keuangan Yuval Steinitz mendukung hukuman fiskal terhadap otoritas Palestina tersebut.

UNHCR telah menggunakan lima resolusi kepada Israel atas permasalahan pengungsi Palestina. UNHCR dan Dewan HAM PBB juga menyebut Israel sebagai pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Resolusi yang dikeluarkan berisi penilaian apakah permukiman Israel tersebut melanggar hak-hak warga Palestina. Sebanyak 36 suara mendukung resolusi dan 10 suara abstain. Sementara hanya Amerika Serikat yang menentang resolusi Dewan HAM PBB itu.

Selain memerintahkan penyelidikan atas implikasi pemukiman, resolusi juga menyerukan Israel untuk mengambil dan menerapkan langkah serius, seperti menyita senjata untuk mencegah aksi kekerasan yang dilakukan pemukim Israel.

Namun apa yang disampaikan UNHCR tersebut, menurut Israel adalah munafik dan konyol. “Dewan HAM memiliki mayoritas suara yang memusuhi Israel dan munafik,” kata Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Islam Menjemput Masa Depan


Judul buku : Masa Depan Islam; Antara Tantangan Kemajemukan dan Benturan dengan Barat Penulis : John L. Esposito Penerbit : PT Mizan Pustaka, Bandung Cetakan : I, Desember 2010 Tebal : 343 halaman Peresensi : Fatkhul Anas*)

Keberadaan umat muslim di abad 21, menjadi sorotan tersendiri bagi masyarakat dunia. Pasalnya, Islam saat ini sedang berkembang pesat di Negara-negara Barat seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan lainnya. Ditambah dengan meletusnya revolusi Iran, semakin menjadikan Islam ramai diperbincangkan. Semula, wajah Islam sekian lama tak dipandang. Perkembangan ini tentu menjadi kabar gembira bagi dunia muslim khususnya, sebab Islam mampu diterima di berbagai belahan dunia.

Namun disisi lain, hadirnya peristiwa 9 September 2001 semakin menyudutkan umat muslim. Banyak serangan bertubi-tubi, terutama dari bangsa-bangsa Barat, terhadap umat Muhammad ini. Umat muslim diklaim sebagai teroris, kaum bar-bar, ekstrim, dan berbagai lebel negative lainnya. Keadaan ini tentu saja membelenggu umat muslim di tengah percaturan dunia yang semakin kompetitif. Dalam hal inilah, umat muslim di seluruh dunia diharapkan mampu merumuskan kerangka masa depan mereka demi keberlangsungan hidup.

Seperti apakah masa depan umat Islam sesungguhnya? Disinilah Prof. John L. Esposito menyuguhkan paparannya dan mencoba memberi kerangka pikir bagi umat muslim untuk merumuskan masa depan mereka. Esposito menilai, tantangan umat muslim sesungguhnya berada pada dua jalur: internal dan eksternal. Keduanya sama-sama berpotenti besar untuk melahirkan ketidakharmonisan dan kesuraman.

Tantangan dari internal diantaranya adalah hadirnya paham eskrim-eksklusif dalam tubuh umat Islam. Paham ini demikian gencar menyatakan permusuhan terhadap Barat, khususnya Amerika. Bagi mereka, Amerika dan sekutunya adalah musuh yang tak boleh dijadikan partner. Melainkan harus diperangi. Amerika tidak akan pernah rela jika Islam maju, sehingga terus-menerus memojokkan Islam. Berpartner dengan Amerika dan sekutunya hanya akan mendatangkan kerugian besar. Itu beberapa pendapat mereka.

Selain itu, tantangan berupa kemiskinan, pendidikan rendah, buta huruf, bias jender, ketertinggalan teknologi, juga menjadi problem tersendiri bagi umat Islam. Saat ini dunia Islam berada pada posisi yang masih "ekstrim" karena hampir seluruhnya hidup pada Negara yang masih berkembang. Bahkan boleh dibilang masih terbelakang dibandingkan dengan Negara-negara sekuler. Kondisi ini tentu saja menyulitkan umat Islam untuk bisa melampaui kemajuan Barat. Paling tidak, bisa setara saja, itu sudah merupakan kemajuan yang luar biasa.

Adapun tantangan di wilayah eksternal tak lain adalah benturan dengan Barat. Pasca peristiwa 9 September 2001, umat Islam terus-menerus menerima stereotip buruk. Mereka dicap sebagai teroris, anti-Amerika, anti-demokrasi, dan anti-kebebasan. Sejak saat itulah gejala "islamophobia" menyebar di seluruh dunia. Istilah islamophobia ini sesungguhnya pertamakali diciptakan oleh Runnymede Trust, kelompok pemikir independen di Amerika pada tahun 1997. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kebencian, prasangka, dan diskriminasi yang ditujukan untuk umat Islam (hal. 34).

Sampai saat ini, penilaian masyarakat Amerika terhadap Islam masih buruk. Islam dianggap agama yang kejam, tak berperi kemanusiaan dan tak berkeadilan. Pendapat Michael Savage yang menyatakan bahwa, "Orang-orang ini (Arab dan Muslim) harus dipaksa menjadi Kristen…. Itulah satu-satunya jalan yang mungkin dapat mengubah mereka menjadi manusia", adalah salah satu contohnya. Selain itu, keberadaan Islam di Amerika juga tidak begitu direspon oleh masyarakat Amerika sendiri. Jajak pendapat Gallup 2005 tentang hal yang dikagumi dari Islam, 57% warga Amerika menyatakan tidak ada dan tidak tahu. Ini adalah pukulan telak bagi muslim Amerika dan dunia.

Dua tantangan diatas adalah PR nyata umat Islam. Terpaksa maupun tidak, umat Islam harus bisa menyelesaikannya demi kemajuan di hari depan. Jalan penyelesaian tersebut menurut Esposito antara lain adalah dengan membangun kerjasama yang baik antara Islam dan Barat. Untuk mendukung agenda ini, tentu dibutuhkan keterbukaan dari kedua pihak. Islam harus menghentikan agenda anti-Barat, Barat juga harus menghentikan agenda anti-Islam. Hadirnya Obama dalam kancah perpolitikan Amerika, sedikitnya telah membuka harapan masyarakat muslim akan adanya perubahan. Obama dinilai mampu membawa perdamaian antara Islam dan Barat dari pada lawannya, John McCain.

Dalam pidato pelantikannya, Obama mengatakan bahwa, "kepada dunia muslim, kita cari jalan baru ke depan, berlandaskan kepentingan bersama dan sikap saling menghargai". Ia juga menekankan perlunya menjalankan kekuatan Amerika dengan bijak dan bermoral. Ini adalah iktikad baik Obama untuk perdamaian bersama. Kalau pun pada realisasinya hingga kini belum ada perubahan signifikan, setidaknya Obama telah berusaha membuka kran hubungan harmoni yang telah lama ditinggalkan (hal 217).

Barangkali yang sangat perlu untuk dirubah adalah cara pandang kedua belah pihak (Barat vs Islam) yang penuh dengan kecurigaan. Keduanya masih saja menyimpan sisa-sisa dendam sejarah. Barat, meski tidak semuanya, belum bisa menerima Islam sepenuhnya. Begitu juga Islam, masih ada yang belum bisa menerima Barat. Padahal, keduanya hidup dalam satu bumi yang tentu saja saling bersinggungan. Karenanya, keterbukaan informasi, penilaian yang fair, dan kerjasama yang baik sangat dianjurkan demi keberlangsungan bersama.

Selain menjalin hubungan harmoni, umat Islam juga harus berani berijtihad untuk melakukan pembaruan. Ketertinggalan Negara-negara Islam dari Barat baik dari segi pendidikan, ekonomi, teknologi, dan lainnya, merupakan tantangan baru yang harus diselesaikan dengan cara yang baru pula. Cara-cara konservatif tidak mampu memberikan jalan keluar untuk menjawab tantangan zaman. Begitu juga untuk menjawab isu-isu global seperti kesetaraan gender, HAM, demokrasi, jelas dibutuhkan formula Islam yang segar. Sebenarnya, berbagai usaha pembaruan telah dilakukan oleh tokoh-tokoh Islam seperti Tariq Ramadan, Mustafa Ceric, Amina Wadud, Al-Faruqi, dan lainnya. Namun, usaha itu masih perlu untuk terus dilakukan mengingat masih adanya umat Islam yang berpaham konservatif dan anti terhadap pembaruan.

*) Peresensi adalah pegiat buku pada Hasyim Asy’ari Institute

Video Single 'JANCUK' Menebar CINTA pada Ibu Pertiwi - Berita Terpanas Hari Ini

Video Single 'JANCUK' Menebar CINTA pada Ibu Pertiwi - Berita Terpanas Hari Ini
suber:youtube.com

 Kepada rakyat Republik Negeri Jancukers selamat menikmati video single "JANCUK"
lagu ini di buat untuk melakukan Perlawanan secara Cultural saat semuanya sudah buntu di negara tentangga.

Single Jancuk untuk pertama kalinya dibawakan saat Wuiih Day "Menebar CINTA pada Ibu Pertiwi" di Bentara Budaya Jakarta - Kompas pada 16 Februari 2012

Selamat Menikmati... Salam Jancuk!!!!!

Kamis, 12 April 2012

Mahmoud Ahmadinejad, Israel di Hujung Kehancurann


                    Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Ahad mengatakan, Israel `penghasut besar konflik` di Timur Tengah, saat ini sedang menuju keruntuhan dan kekuatan-kekuatan regional ingin negara itu ditumbangkan.

Dalam pidato peringatan tahunan Hari Angkatan Bersenjata, presiden itu juga menegaskan kembali pandangannya, bahwa kehadiran pasukan asing telah menyebabkan konflik di kawasan itu.

“Rezim Zionis saat ini sedang menuju kebangkrutan, keruntuhan,” kata Ahmadinejad, yang dikenal dengan pidato keras anti-Israelnya, dalam pidato yang disampaikan di dekat makam Imam Khomeini, pemimpin revolusi Iran.

“Ini dikehendaki oleh negara-negara di kawasan itu setelah 60 tahun terasingkan, yang juga merupakan akar dari kuman kejahatan dan alasan besar dari ketidakamanan di kawasan itu, harus mundur.”

Ahmadinejad, yang sebelumnya telah marah terhadap Israel dan negara-negara Barat karena menyatakan, bahwa Holocaust adalah `dongeng`, mengatakan bahwa negara Yahudi itu adalah `pembunuh` di balik gejolak kekacauan di kawasan itu.

“Rezim ini adalah penghasut besar konflik di kawasan,” kata tokoh garis keras, yang dikawal oleh para pejabat tinggi militer Iran, dari podium.

“Saya ingin para pendukung dan pencipta negara itu untuk menghentikan dukungannya dan memberi kesempatan negara-negara di kawasan itu, serta rakyat Palestina untuk menyelesaikan apa yang mereka inginkan,” katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut apa yang dia maksudkan.

Ahmadinejad juga meminta pasukan-pasukan asing untuk keluar dari kawasan itu.

“Kehadiran pasukan asing hanya menyebabkan konflik di kawasan kami. Mereka harus meninggalkan kawasan kami,” katanya menegaskan.

Dia menambahkan, bahwa militer Iran mungkin sudah cukup memadai untuk mencegah musuh dari republik Islam.

Para penjabat Iran, termasuk pemimpin agung Ayatollah Ali Khamenei, berulangkali mempersalahkan kehadiran pasukan Amerika Serikat di negara tetangganya Irak dan Afghanistan, sebagai penyebab ketidakstabilan di kawasan itu. (Sumber)